ZONAPIRASI, Bireuen - Arah kiblat merupakan bagian penting dalam ibadah shalat umat Islam. Namun, tahukah Anda bahwa dalam sejarah Islam, arah kiblat pernah berubah dari Baitul Maqdis di Yerusalem menuju Ka'bah di Makkah? Peristiwa ini menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perkembangan umat Islam.
Perubahan tersebut bukan sekadar pergantian arah ketika shalat, tetapi juga berkaitan dengan perintah dalam Al-Qur'an dan perjalanan komunitas Muslim pada masa Nabi Muhammad SAW.
Mengapa Arah Kiblat Umat Islam Berubah?
Pada periode awal Islam, umat Muslim menghadap ke Baitul Maqdis ketika melaksanakan shalat. Setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah, arah kiblat kemudian dialihkan menuju Masjidil Haram, tempat Ka'bah berada.
{baca juga} $="/2026/10/ayat-kursi-arab-latin-arti-keutamaan.html" title="Ayat Kursi: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya"Perintah perubahan kiblat dijelaskan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 144. Ayat tersebut memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk menghadapkan wajah ke arah Masjidil Haram dan menjadi landasan bagi umat Islam dalam menentukan arah shalat.
“Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” QS. Al-Baqarah ayat 144.
Dalam tradisi Islam, peristiwa ini dipahami sebagai pelaksanaan perintah Allah SWT. Arah kiblat yang berlaku bagi umat Islam hingga sekarang adalah menuju Ka'bah di Makkah.
Kapan Perubahan Arah Kiblat Terjadi?
Perubahan arah kiblat secara umum ditempatkan pada masa Nabi Muhammad SAW berada di Madinah, setelah peristiwa hijrah. Sejumlah riwayat menyebut perubahan itu terjadi sekitar 16 hingga 18 bulan setelah hijrah.
Namun, terdapat perbedaan pendapat dalam sumber-sumber sejarah mengenai bulan, hari, dan waktu shalat ketika perubahan tersebut berlangsung. Karena itu, penentuan tanggal secara pasti perlu dilakukan dengan hati-hati.
Sebagian riwayat mengaitkan peristiwa tersebut dengan shalat di kawasan Bani Salamah, Madinah. Kisah ini kemudian berkaitan dengan sejarah Masjid Qiblatain yang dikenal sebagai masjid dua kiblat.
{baca juga} $="/2025/04/4-nabi-yang-diyakini-masih-hidup-sampai-sekarang-dalam-islam.html" title="4 Nabi yang Diyakini Masih Hidup Sampai Sekarang dalam Islam"Masjid Qiblatain, Saksi Sejarah Perubahan Kiblat
Masjid Qiblatain terletak di Madinah, Arab Saudi. Nama Qiblatain berarti dua kiblat, merujuk pada kisah perubahan arah kiblat yang dikenal dalam tradisi Islam.
Masjid ini awalnya dikenal sebagai Masjid Bani Salamah yang menjadi salah satu lokasi bersejarah, dikunjungi jamaah haji dan umrah.
Bangunan masjid telah mengalami sejumlah renovasi sepanjang sejarahnya. Penanda yang berkaitan dengan arah kiblat lama juga menjadi bagian dari narasi sejarah tempat tersebut, meskipun bentuk bangunan yang terlihat sekarang telah mengalami perubahan.
Keberadaan Masjid Qiblatain memperlihatkan bagaimana sebuah peristiwa keagamaan dikenang melalui situs bersejarah.
Bagi pengunjung, masjid ini juga menjadi kesempatan untuk mempelajari sejarah perkembangan masyarakat Muslim di Madinah.
{baca juga} $="/2025/02/makna-dan-hikmah-di-balik-setiap-gerakan-shalat-fardhu.html" title="Makna dan Hikmah di Balik Setiap Gerakan Shalat Fardhu"Apa Makna Perubahan Kiblat bagi Umat Islam?
Perubahan kiblat mengajarkan pentingnya mengikuti petunjuk Allah SWT sebagaimana dipahami dalam ajaran Islam. Menghadap Ka'bah ketika shalat juga menjadi simbol kesatuan arah ibadah umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Meski umat Islam tinggal di negara dan wilayah yang berbeda, mereka mengarahkan shalat menuju satu tujuan, yaitu Ka'bah di Masjidil Haram.
Penentuan arah tersebut dapat dilakukan dengan bantuan ilmu geografi, kompas, atau teknologi penunjuk kiblat.
Dalam praktiknya, arah kiblat dari setiap lokasi tidak selalu sama secara visual karena posisi geografis setiap tempat berbeda. Karena itu, umat Islam menggunakan perhitungan arah untuk menentukan kiblat dari lokasi masing-masing.
Kesimpulan
Perubahan arah kiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Dasar perintahnya tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 144, sedangkan Masjid Qiblatain di Madinah dikenal sebagai salah satu situs yang berkaitan dengan kisah tersebut.
{baca juga} $="/2025/02/kisah-abu-yazid-al-busthami-pelajaran-tentang-kesombongan-dan-muhasabah.html" title="Kisah Abu Yazid Al-Busthami: Pelajaran tentang Kesombongan dan Muhasabah"Memahami sejarah perubahan kiblat membantu pembaca mengenal perjalanan awal umat Islam sekaligus memahami makna arah kiblat dalam ibadah sehari-hari.
(zp/ms)
