Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
7 Puisi Pilihan Hari Kemerdekaan Indonesia HUT RI Ke-76

7 Puisi Pilihan Hari Kemerdekaan Indonesia HUT RI Ke-76

Puisi HUT RI KE-76
Puisi HUT RI Ke-76 - Negara Republik Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan HUT-RI yang ke-76 tepat pada 17 Agustus 2021.


Ada beragam acara yang akan ditunjukkan atau dilakukan oleh rakyat diseluruh penjuru Indonesia dalam memperingati hari kemerdekaan. 


Hal itu dilakukan sebagai wujud atau tanda Nasionalisme dalam mencintai Tanah Air Indonesia. 


Sesuai dengan judul, dalam artikel ini kita akan membahas tentang puisi HUT RI Ke-76. 


Menciptakan puisi tentang Kemerdekaan Indonesia merupakan bentuk karya sastra untuk meluahkan ungkapan hati. 


Puisi juga menjadi bentuk penghargaan untuk para pahlawan yang telah gugur dimedan perang saat memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. 


Selain itu, dengan  menulis atau membacakan puisi juga dapat membuat semangat Patriotisme dan Nasionalisme dalam diri kita semakin tumbuh. 



Dibawah ini telah kami sediakan beberapa puisi tentang Hari Kemerdekaan. Moga-moga dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kita semua. 

7 Puisi Pilihan Kemerdekaan Indonesia HUT-RI Ke-76 


Indonesia Tumbuh Indonesia Tangguh

Karya : Vedaniar Zahra D.M

Indonesia tumbuh Indonesia tangguh
Credits : Pixabay.com

Dengan suara lantang
Terus berteriak merdeka... merdeka
Tak peduli dengan semua yang mengangap seperti apa
Semangat makin membara 

Dengan suara menggema
Terus berkata semangat jangan menyerah
Meski negara kita terguncang oleh berbagai musibah
Tapi terus tumbuh agar tangguh dalam berbunga 

Derap langkah terus bergairah
Semangat dalam melangkah
76 tahun kita merdeka
Terbebas dari cengkraman penjajah 

Saatnya terus kobarkan semangat empat lima
Tancapkan penuh rasa persatuan dan kesatuan 
Dengan semboyan bhineka tunggal ika
Harapan cerah menjadi jadi kebanggaan Indonesia 

Malang, 06 Agustus 2021 

****


Tanamkan Jiwa Penuh Gelora

Karya: Vedaniar Zahra D.M

Puisi hari kemerdekaan 76
Credits : Pixabay.com

Terbentang luas lautan dan samudera
Bukit pegunungan menambah keindahannya
Ragam budaya melekat dalam nurani
Negeri pertiwi selalu bikin hati berseri 


Engkau adalah kebanggaan
Sampai tetesan darah mengalir bagaikan sebuah telaga
Engkau tumpah darahku satu Indonesia
Dengan corak seni  budaya 


Aku bangga dilahirkan di negeri yang terus jadi idola
Seluruh dunia selalu mengaguminya
Dengan penuh keyakinan
Terus selalu semangat dalam mengapai cita-cita 


Kini 76 tahun kita bebas dari cengkraman penjajah
Mari bangkit tumbuh dan tangguh
Dalam melangkah terus berdoa
Semoga corona sirna dan musnah dari kehidupan dunia


Malang, 07 Agustus 2021 

****



Merdeka 76

Karya : Adinda

Puisi Indonesia 76 tahun
Credits : Pixabay.com

Di atas bumi pertiwi
Di ujung tiang tertinggi
Sang merah putih indah berkibar
Pun semangat pemuda-mudi yang kian berkobar 


Indonesia telah tiba pada
Angka tujuh puluh enam
Meski bumi pertiwi kian menua
Namun semangat muda tetap membara 


Teruntuk pahlawan yang berjuang
Merdekakan tanah air tercinta
Perjuanganmu akan terus kami kenang
Meski ragamu kini telah tiada 


Dari kami pemuda bangsa
Untuk bumi Indonesia tercinta
Dirgahayu ke tujuh puluh enam
Merdeka ! 


Depok, 08 Agustus 2020 

****


76 Tahun Indonesia Merdeka

Karya : Iffitita

Puisi Dirgahayu 76
Credits : Pixabay.com

Kini tak lagi terdengar jeritan
Tangis sikecil dan istri yang menyedihkan
Pemerintah meminta kerja rodi dan paksa
Yang terus membuat hati Indonesia lara 


Teks proklamasi dibacakan
Sorak lagu Indonesia raya berkumandang
Sang saka merah putih berkibar terbentang
Menandakan kemerdekaan telah datang 


Melihat keceriaan terpampang 
Dari raut wajah yang menggembirakan
Karena tak ada lagi teng baja yang menghadang
Dan tembakan yang diluncurkan 


Beragam lomba diadakan
Film kemerdekaan ditayangkan
Untuk mengenang jasa pahlawan
Yang telah gugur membela tanah kelahiran 

Merdeka ! Dirgahayu RI ke 76


Jakarta, 06 Agustus 2021

****


Selamat Merdeka Indonesia

Karya : Mzr man

Bendera Merah putih
Credits : Pixabay.com

Merah ...
Berlambang keberanian
Tekad kobaran api
Menghanguskan penjajah 


Putih ...
Niat yang ikhlas
Memiliki hati yang bersih
Bersih jiwanya 


Warna itu bersatu
Membangkitkan jiwa kesatria
Membendung persatuan
Mengedepankan rasa syukur 


Dan tak lupa burung kebangsaan
Pengingat kemerdekaan
Merangkul semua perbedaan
Inilah Bhinneka Tunggal Ika


Bandung, 09 Agustus 2021

****



Dirgahayu 76 Negaraku

Karya : bubinta_kata

HUT RI KE-76
Credits : Pixabay.com

Merdeka, Merdeka, Merdeka
Lentangkan suara itu pada cakrawala
Mantapkan pandanganmu pada sang saka
Tegapkan dirimu di penjuru Indonesia 


Sudah 76 tahun Indonesia berdiri
Yang memperjuangkannya hingga rela mati 


Habis sudah penjajah mati ditanah air ini
Tinggallah sejarah yang akan di ingat sampai mati 


Sudahkah kau mencintai Indonesia?


Bandung, 07 Agustus 2021

****


Puisi Hari Kemerdekaan

Karya : Marcella Monica

Puisi untuk Indonesia
Credits : Pixabay.com

Aku cinta Indonesia
Negeri ini adalah negeri yang elok 

Negeri ini adalah negeri yang makmur
Tanah tumpah darahku yang mulia 

Jayalah negeriku, Indonesia! 


Hingga detik ini
Ribuan darah telah tertumpah
Ribuan nyawa telah melayang
Ribuan belulang telah berserakan
Sebuah harga yang harus dibayar
Demi terwujudnya kemerdekaan bangsa
Demi terwujudnya satu kata
Itulah Merdeka 

Dirgahayu Indonesia !


Banda Aceh, 08 Agustus 2021

****



Akhir Kata

Itulah 7 Puisi Pilihan Hari Kemerdekaan HUT RI Ke-76. Mana yang paling kalian suka ? Tuliskan judulnya di kolom komentar.


Zona Pirasi mengucapkan "Dirgahayu Negeriku Indonesia tercinta yang ke-76. Semoga sekali merdeka, tetaplah engkau akan terus merdeka".
10 Puisi Untuk Ibu Menyentuh Hati Karya Sastrawan Ternama Indonesia

10 Puisi Untuk Ibu Menyentuh Hati Karya Sastrawan Ternama Indonesia

Puisi ibu

Zona Pirasi - Setiap manusia yang hidup dimuka bumi ini pasti memiliki ibu, karena setiap manusia pastinya dilahirkan melalui rahim seorang ibu. Ibu memiliki cinta dan kasih sayang sepanjang masa terhadap anak-anaknya.

Tepat pada tanggal 22 Desember masyarakat di Indonesia memperingati hari ibu. Maka pada momen-momen inilah setiap orang biasanya akan mengucapkan rasa terima kasih untuk ibu dengan cara memberi ucapan "Selamat Hari Ibu" sembari memberikan kado hadiah untuk sang ibu.

Maka dari itu, oleh beberapa sastrawan sampai membuat beberapa puisi khusus untuk ibu, sebagai tanda sayang dan mengenang getirnya perjuangan seorang ibu.

Nah, bagi kamu yang ingin memberikan puisi untuk ibu. Dibawah ini telah kami sajikan beberapa puisi pilihan yang cukup menyentuh, dan ibumu pasti akan bahagia ketika membaca ataupun mendengarnya.

10 Puisi Untuk Ibu Menyentuh Hati Karya Sastrawan Ternama


Bulan untuk Ibu

Karya © Anonim
Bunda, mama
Sumber : Pixabay.com

Ibu, di tubuhmu yang tabu untuk kusentuh
Kulabuhkan ingatan keparat dan menyesakkan
demi sebait puisi yang menjadikan engkau bulan

Akan bangkit gairah yang runtuh
Meski ajal dan kepulangan terlanjur sudah dijanjikan

Tungku-tungku telah dinyalakan
Kutu-kutu telah ditindas
dari rambut. Sagu-sagu telah di tebang
dari lahan gambut. Susu-susu sudah di peras
dari setiap daging yang tumbuh
Padi-padi telah ditumbuk
dari lumbung dan lesung

Lalu, apalagikah yang belum genap
dari tubuhmu, Ibu ?

Di tubuhmu bersarang seluruh
rangrang dan burung-burung
luruh sayap. Pisau tak bersarung
Alu yang berderap. Pun sepatu dan debu
Bumbu-bumbu dan warung kopi
penuh cakap
tapi tidak tentang kepulangan ! Biarlah, Ibu,
kepulangan menjadi milikku seseorang,
milik ajal dan gairah tak tertahankan

Agar bangkeit segala yang runtuh,
Hingga tubuhmu tak lagi tabu aku sentuh
dengan tangan panjang kenanganku

Begitulah Ibu, tuubuhmu menjelma jadi sepotong labu
dalam arus pikiranku
hijau, telanjang, berlumut, terapung hanyut
ke laut pengembara

Maka di ujung puisi ini, sebelum turun hujan
Kujadikan engkau bulan.

**********


Bagai Malaikat Tanpa Sayap

Karya © Anonim
Puisi ibu
Sumber : Pixabay.com

Ibu..
Engkau inspirasiku..
Aku berkelena ke ujung dunia
Bayangmu selalu ada disampingku
Secercah harapan darimu
Ku jadikan pedoman di setiap langkahku
Dalam doamu selalu tersebut namaku
Kau tameng dalam hidupku
Kau penyemangat terbaik dalam hidupku
Kau bagai malaikat tanpa sayap untukku
Engkau segalanya untukku
Aku tanpamu bagai angin tanpa arah
Engkau bagai lautan samudera
Tempat mencurahkan segala kegundahan hati

Ibu...
Terimakasih atas kasih sayangmu
Terimakasih atas perjuanganmu
Terimakasih atas perhatianmu
Terimakasih atas setiap tetesan keringat yang tercurah untuk anakmu
Terimakasih atas pengorbananmu

Ibu..
Maafkan amarahku
Maafkan keegoisanku
Maafkan kenakalanku
Maafkan aku atas airmatamu
Ibu.. engkau cahaya penerang dalam hidupku
Jika orang bertanya padaku siapa pahlawanku? Pastilah engkau Ibu jawabanku..

*******

Senja Usiamu, Ibu

Karya © Da_LizZ
Puisi untuk ibu
Sumber : Pixabay.com

Masih berpijak..
Di antara kerasnya bebatuan dunia..
Engkau lawan dengan cahaya..
Walau perih, tetap mampu berdiri..
Engkau berhenti bertasbih..
Di sela-sela amarah bumi..
Dan amukan alam dalam tubuh..

Dan kutepis dengan rindu..
Dan kau lawan dengan peluru..
Namun ragamu tetap rapuh, ibu..

Meski keringat telah menyeru..
Untuk melawan api berabu..
Kau tetap wanita di antara debu..
Yang suci oleh Firman Tuhan..

Walau mereka sering tak menganggap..
Walau mereka membunuhmu perlahan..

Ibu engkau selalu terkenang..
Pahlawan dengan penuh kasih sayang..

*****

Selamat Hari Ibu!

Karya © Rananda
Hari ibu
Sumber : Pixabay.com

Ibu,
Kaulah yang
kubanggakan
Kaulah tempatku berpijak
Kaulah tempat sandaranku
Kaulah panutanku
segalanya bagiku…

Di tangan ibulah aku dapat merasakan betapa bahagianya aku
Masih mempunyai orang tua
Betapa senangnya aku melihat ibu tertawa lepas.

Betapa hancurnya
hatiku ketika melihat ibu menangis
Betapa ibu mengharapkanku menjadi orang yang berhasil
Setiap kali ibu menutup telepon dengan
berkata
”Belajar yang rajin ya!”

Ya Allah… Berkatilah ibuku, curahkanlah rahmat-Mu untuk ibuku.
Berkatilah pekerjaannya
dan buatlah supaya aku dapat berbakti kepada ibuku dengan
sepenuh hatiku.

Ya Allah, ke dalam tangan-Mu kuserahkan keluargaku…

*****


Puisi Ibu

Karya © Chairil Anwar
Puisi ibu
Sumber : Pixabay.com

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat

Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia obati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…
Tidak pernah aku lihat air mata duka
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu

Ibu…
Aku sayang padamu…

Tuhanku…
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…

******

Hebat Dan Tangguhnya Ibuku

Karya © Anonim
Bunda tangguh
Sumber : Pixabay.com

Dari segumpal darah aku dalam rahimmu
Hingga aku menjadi makhluk sempurna ciptaan-Nya
Makhluk yang nantinya menjadi titipan untukmu
Hingga aku lahir ke dunia ini

Kau jaga, rawat, dan lindungi aku
Kau ajari aku bertutur kata
Kau ajari aku bertindak tanduk
Kau ajari aku baik buruk

Menjalani semua itu
Kau tak kenal kata dan rasa lelah pun pilu
Kau menjalaninya dengan bahagia bersama pun tak terkira
Walau kadang kesal akan tingkah dan rajukku

Kau tetap menjalaninya dengan sepenuh hati
Mencurahkan segala kasih sayang
Melakukan berbagai cara untuk bahagia anakmu
Tak peduli apa kata orang banyak

Kau pahlawan pribadiku
Yang menghiasi kehidupan kecil dan dewasaku
Senyum manis selalu terpancar darimu
Yang selalu menguatkan batinku

Sinar cintamu kan ku kenang selalu
Cintamu itu kan terus bercahaya di hatiku
Dengan cara apapun itu
Ku kan berusaha membalas cinta, kasih, dan sayangmu

Aku sadar dan tau
Tiada muara kasih sedalam ibu
Doa dan belaianmu tanpa terputus kan selalu
Menjadi untaian ibu untuk anakmu

Kini baktiku seakan tiada sempurna
Pengabdianku padamu kurang rasanya
Kesibukanku lalaikan tugasku sebagai anakmu
Hanya doa ku panjatkan
Hanya terimakasih ku padamu sampaikan

*****


Ibuku, Malaikatku

Karya © Musdhalifah
Puisi ibu sedih
Sumber : Pixabay.com

Ibu…
Di sini kutulis cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta

Ibu…
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak fikirkan lelahmu
Kau terus berjalan diantara duri-duri

Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu

Ibu..
Kaulah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapanpun itu..
Aku akan tetap mencintaimu..

*****

Mata Air Cinta

Karya © Boby Julianto Siallagan
Puisi ibu
Sumber : Pixabay.com

Ibu…
Memelukmu adalah kenyamananku
Melukis senyummu adalah keinginanku
Mencintaimu sudah tentu kewajibanku

Namun terkadang
Melawanmu menjadi kebiasaanku
Bahkan ku menyiakanmu dan
Melupakanmu sebagai seorang ibu
Tanpa kusadari begitu teririsnya hatimu

Harusnya aku menjadi pelindung
Bukan menjadi anak yang tak tahu untung
Harusnya aku menjadi anak yang penurut
Bukan menjadi anak yang banyak nuntut

Aku masih sangat ingat
Ketika itu tak ada biaya untuk berangkat
Dari kampung menuju perkotaan yang padat
Waktu itu hujan begitu lebat
Kakimu kau paksa menapak
Hanya bermodal payung rusak
Ibu menjelajah rumah ke rumah dengan hati terisak

Tak peduli petir menyambar
Ibu tetap berjalan dengan sabar
Meski tubuhmu sudah gemetar
Ibu masih mengetuk pintu warga sekitar

Terimakasih sang pencipta
Kau beri aku seorang wanita tangguh
Yang selalu mengusap air mata
Ketika ku dilanda derita
Yang punya hati sebening permata
Dan yang menjadi mata air cinta

*****

Bait Sajak Untuk Ibu

Karya © Kusnan
Hari ibu
Sumber : Pixabay.com

Tetes-tetes darah, keringat dan air matamu
Cukup sudah menorehkan
Prasasti-prasasti indah di hidupku
Menggenapi di setiap celah ruang dan waktu

Gumam doa tulus nan sederhanamu
Jua, keriput di kening ‘tuk menata asa
Demi anak-anakmu
Telah menjadi saksi
Pada hamparan permadani indah beranda syurga

Akhirnya ...
Maafkan bila belum sempurna baktiku padamu
Saat renta usia menjemputmu
Ibu, Maafkan kami anak-anakmu
Selamat jalan ibu
Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya
Tuhan Semesta Jagad Raya

Yakinlah suatu saat bersama takdir , nanti 
Kita ‘kan tersenyum bersama semerbak harum surga.

*****


Untukmu Ibu!

Karya © Vedaniar Zahara
Puisi, ibu, bunda
Sumber : Pixabay.com

Dalam sunyi merenung seorang diri
Embusan angin sepoi membuyarkan dalam lamunan
Terbayang wajah ayu penuh kasih sayang
Setia menemani berdoa penuh harapan

Tak terasa kita semua sudah menginjak remaja
Rasa kasih sayang tetap tanpa berubah
Tutur kata selalu menjadi tauladan
Mengharap buah hati selalu semangat penuh cita- cita

Ibu.... Kini aku menyadari
Sungguh besar dalam perhatian
Tanpa lelah selalu kasih wawasan
Meski merasa sakit selalu bilang tak apa- apa

Ibu....maafkan kita semua
Yang kadang bikin resah
Mulai saat ini kami berjanji
Menjadi penurut, belajar tekun agar tanpa ada rasa kecewa

*****

Video Puisi Untuk Ayah Yang Sudah Tiada





Penutup

Demikianlah beberapa puisi khusus untuk ibu karya dari sastrawan ternama Indonesia. Semoga dapat kamu pergunakan sebagai kado atau hadiah untuk ibumu.