Fatima al-Fihri: Kisah Perempuan Muslim di Balik Universitas Tertua di Dunia

Ilustrasi Fatima al-Fihri dan pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin di Maroko.
Ilustrasi Fatima al-Fihri dan pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin di Maroko. [Foto: zonapirasi.my.id]

ZONA PIRASI - Nama Fatima al-Fihri tercatat dalam sejarah peradaban Islam sebagai sosok perempuan Muslim yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pendidikan. Ia dikenal sebagai pendiri Masjid Al-Qarawiyyin di Kota Fez, Maroko, sebuah lembaga yang kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan tertua di dunia.

Didirikan pada abad ke-9, Al-Qarawiyyin menjadi bagian penting dari perjalanan keilmuan Islam. Kisah Fatima al-Fihri juga memperlihatkan bagaimana peran perempuan dalam membangun lembaga pendidikan telah hadir sejak masa awal perkembangan peradaban Islam.

{tocify}

Siapa Fatima al-Fihri?

Fatima al-Fihri diperkirakan lahir sekitar tahun 800 M di Kota Kairouan, wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Tunisia. Ia berasal dari keluarga al-Fihri yang kemudian berpindah ke Fez, Maroko.

Berdasarkan catatan sejarah yang dibahas dalam artikel Sikeena Karmali Ahmed di World History Encyclopedia, ayah Fatima bernama Muhammad al-Fihri al-Qayrawani. Ia merupakan seorang pedagang yang berhasil membangun kehidupan ekonomi keluarganya di Fez.

{baca juga} $="/2025/02/kisah-abu-yazid-al-busthami-pelajaran-tentang-kesombongan-dan-muhasabah.html" title="Kisah Abu Yazid Al-Busthami: Pelajaran tentang Kesombongan dan Muhasabah"

Setelah ayahnya meninggal, Fatima dan saudara perempuannya, Maryam, memperoleh warisan keluarga. Keduanya kemudian menggunakan kekayaan tersebut untuk membangun fasilitas keagamaan dan pendidikan bagi masyarakat.

Maryam dikaitkan dengan pembangunan Masjid Al-Andalus, sedangkan Fatima mendirikan Masjid Al-Qarawiyyin. Keduanya menjadi bagian dari perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat Fez pada masa itu.

Awal Berdirinya Masjid Al-Qarawiyyin pada 859 M

Kontribusi terbesar Fatima al-Fihri adalah pembangunan Masjid Al-Qarawiyyin yang dimulai pada abad ke-9. Lembaga tersebut berada di Kota Fez, salah satu pusat perdagangan dan perkembangan masyarakat Muslim di Afrika Utara.

Menurut catatan sejarah yang dirangkum World History Encyclopedia, pembangunan bangunan utama masjid berlangsung sekitar tahun 857 hingga 859 M. Fatima menggunakan harta warisannya untuk mendukung pembangunan tersebut.

Nama Al-Qarawiyyin sendiri berkaitan dengan Kairouan, kota asal Fatima dan komunitas pendatang yang menetap di Fez. Sebutan tersebut secara umum merujuk pada orang-orang yang berasal dari Kairouan.

Pada awalnya, Al-Qarawiyyin dibangun sebagai masjid untuk memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat. Namun, masjid pada masa itu juga memiliki fungsi sosial dan pendidikan. Kegiatan belajar agama dan diskusi keilmuan menjadi bagian dari kehidupan di lingkungan masjid.

Dari Masjid Menjadi Pusat Pendidikan Islam

Seiring berjalannya waktu, Al-Qarawiyyin berkembang melampaui fungsi awalnya sebagai tempat ibadah. Kegiatan pendidikan semakin terorganisasi dan menarik perhatian pelajar serta ulama dari berbagai wilayah.

Metode pembelajaran yang dikenal pada masa tersebut antara lain halaqah, yaitu kegiatan belajar dalam kelompok yang biasanya menempatkan murid duduk mengelilingi seorang guru.

{baca juga} $="/2025/02/Kisah-inspiratif-abu-abdurrahman-baqi-bin-makhlad-al-qurthubi-rela-jadi-pengemis-asal-bisa-belajar.html" title="Kisah Inspiratif Abu Abdurrahman Baqi bin Makhlad al-Qurthubi: Rela Jadi Pengemis Asal Bisa Belajar"

Materi yang dipelajari mencakup ilmu-ilmu keislaman, seperti Al-Qur'an, fikih, dan tata bahasa Arab. Dalam perkembangannya, pembelajaran juga mencakup sejumlah bidang ilmu lainnya.

Artikel penelitian dalam Batuthah: Jurnal Sejarah Peradaban Islam menjelaskan bahwa perkembangan Al-Qarawiyyin didukung oleh tradisi halaqah dan sistem wakaf. Kedua hal tersebut berperan dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan dan penyebaran ilmu pengetahuan.

Mengapa Al-Qarawiyyin Disebut Universitas Tertua di Dunia?

Universitas Al-Qarawiyyin sering disebut sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi tertua yang masih beroperasi hingga sekarang. Pengakuan tersebut berkaitan dengan sejarah panjang kegiatan pendidikan yang berkembang di lingkungan masjid tersebut sejak abad pertengahan.

Namun, penting untuk memahami bahwa bentuk awal Al-Qarawiyyin berbeda dengan universitas modern. Lembaga ini bermula sebagai masjid dan pusat pembelajaran, kemudian berkembang secara bertahap menjadi institusi pendidikan tinggi.

Menurut pembahasan sejarah di World History Encyclopedia, catatan mengenai kegiatan pengajaran dan perkembangan Al-Qarawiyyin dapat ditemukan dalam berbagai sumber sejarah. Sejarawan juga memiliki perbedaan pandangan mengenai kapan lembaga tersebut mulai dapat dikategorikan sebagai institusi pendidikan tinggi formal.

Karena itu, penyebutan Al-Qarawiyyin sebagai universitas tertua perlu dipahami berdasarkan sejarah perkembangan lembaga pendidikan pada masa tersebut, bukan dengan menyamakannya secara langsung dengan sistem universitas modern.

{baca juga} $="/2022/03/kisah-jin-negeri-china-yang-durhaka-kepada-syaikh-abdul-qadir-al-jailani.html" title="Kisah Jin Negeri China yang Durhaka kepada Syeikh Abdul Qadir Al Jailani"

Peran Wakaf dalam Perkembangan Pendidikan

Salah satu aspek penting dalam perjalanan Al-Qarawiyyin adalah dukungan pendanaan melalui wakaf. Dalam tradisi Islam, wakaf merupakan penyerahan harta untuk kepentingan sosial dan keagamaan yang manfaatnya dapat digunakan secara berkelanjutan.

Penelitian Muhammad Nazmul Hoque dan Md. Faruk Abdullah yang diterbitkan dalam Journal of Nusantara Studies pada 2021 menjelaskan bahwa wakaf memiliki peran penting dalam mendukung operasional dan perkembangan Al-Qarawiyyin.

Penelitian tersebut mengidentifikasi sejumlah sumber pendanaan, termasuk wakaf individu, wakaf kolektif, dukungan penguasa, serta kontribusi alumni dan bentuk amal lainnya.

Dukungan tersebut membantu menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan dan fasilitas yang digunakan oleh komunitas akademik.

Warisan Fatima al-Fihri bagi Peradaban Islam

Kontribusi Fatima al-Fihri tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sebuah masjid. Lembaga yang didirikannya kemudian menjadi salah satu pusat penting perkembangan pendidikan dan tradisi keilmuan Islam di Afrika Utara.

Kisahnya juga menjadi bagian dari sejarah keterlibatan perempuan dalam pembangunan institusi pendidikan. Melalui penggunaan harta warisan untuk kepentingan masyarakat, Fatima turut meletakkan fondasi bagi perkembangan lembaga yang bertahan selama berabad-abad.

{baca juga} $="/2021/12/mukjizat-nabi-sulaiman-as-dari-tundukkan-jin-hingga-taklukkan-angin.html" title="Mukjizat Nabi Sulaiman AS, dari Tundukkan Jin hingga Taklukkan Angin"

Hingga kini, nama Fatima al-Fihri tetap dikenang dalam pembahasan sejarah pendidikan Islam. Perjalanan Al-Qarawiyyin menunjukkan bagaimana sebuah tempat ibadah dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pertukaran pengetahuan lintas generasi.

Sejarah tersebut menjadi salah satu bukti penting kontribusi perempuan Muslim dalam perjalanan panjang peradaban dan pendidikan Islam.

Sumber Referensi

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator itu sendiri.

Lebih baru Lebih lama